FF Beautiful farewell

Published 24 Juni 2012 by shinneulhyo

Author        : Shin Neul Hyo

Title         : Beautifull farewell

Main Cast   : Yong Junhyung Yoon Doo joon (Beast), Kim na young/Jung Eunji

Gendre        : 60% sad romance

Leght        : 2.569 words.

Disclaimer : pure mine. seluruh alur cerita berasal dari otakku. all cast milik Cube ent and A cube ent.

~~~~~~~

“ya! eunji apa kau yakin akan masuk kelas itu, apa kau sudah gila hah ?” cerca seseorang dari sebrang telfon.

Eunji hanya tersenyum simpul kakinya terus melangkah mengikuti petunjuk sekolah tersebut, menuju kelas yang telah dia pilih .

“sudahlah , aku hanya menghawatirkanmu eunji, pindah dari sekolah kelas internasional ke sekolah standar nasional bukan masalah tapi jika kau harus masuk kelas berandalan itu…”

“iya iya aku mengerti bomi , gomawoyo tapi aku harus melakukan ini” “ Aku sudah melakukan hal yang benar.” Ucap eunji setengah memaksa .

“hufftt baiklah, kau telah melakukan hal yang benar. Lakukan apa yang kau anggap benar… sebagai sahabatmu aku hanya bisa mendoakanmu.” Jawab bomi setengah kesal, dia tau berdebat dengan sahabatnya yang keras kepala itu hanya akan memperburuk keadaan.

“baiklah bomi kelasnya sudah ketemu, nanti aku hubungi lagi ya annyeong “ tanpa menunggu jawaban bomi telfon sudah di putus.

Eunji hanya terkikik membayangkan wajah bomi yang kesal, tapi sesaat kemudian pandangan eunji tertuju pada beberapa gerombolan siswa yang membentuk kelompoknya masing-masing, seperti-gang yang sering terlihat di film-film dan mereka bahkan terlihat sangar walau dengan seragam sekolahnya pandangan mereka sekarang tertuju pada eunji.
Eunji yang manis hanya tersenyum dan mengangguk kepada mereka , walau terlihat takut tapi dia memberanikan diri untuk masuk kelas-berandalan itu.

“ HEY KAU … siapa kau berani sekali masuk kelas ini.” Seorang yeoja dengan mata tajam , Rok yang terlampau minim dan dengan dandanan yang tak kalah sangar menghalangi jalannya.

“ mulai sekarang aku juga siswa kelas ini.” Jawab eunji tenang.

“apa kau bilang ?” yeoja lain yang berada di belakang ikiut-ikutan bicara, dan segerombolan gang-sangar pun mendekat.

“hmm baiklah mungkin kita harus sedikit memberikan salam kepadanya.”

“ heh gress giliranmu.” Siswi yang berambut pendek berjalan mendekat dan menunjukkannya sebilah pisau.

“mau dimana ? pipi kanan atau kiri ?”

Eunji mulai takut dan berjalan mundur mencoba menghindari mereka, dia mulai teringat perkataan bomi.

“MINGGIR ..” suara bas dari salah seorang namja membubarkan orang-orang yang hampir membully eunji.

Semuanya, semua yeoja sangar tadi langsung bubar tanpa terkecuali, sepertinya BIG BOS yang datang, “apa yang harus ku lakukan ? apa mereka akan menyakitiku juga” batin eunji sambil terus menundukkan kepalanya.

“AKU BILANG MINGGIR apa kau tidak dengar.”

“ aa Mwo ? apa kau bicara padaku?” eunji masih belum mengerti, dan dia memberanikan diri mengangkat kepala. dengan tatapan yang sulit untuk digambarkan eunji terus memandangi namja yang berdiri tepat di depannya itu.

“hah ? apa-apaan kau ini ? siapa dia, DASAR.” Dengan sinisnya namja tadi melangkah pergi sambil mendorong eunji hingga jatuh tersungkur.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua siswa telah masuk ke kelas dan tak seorangpun yang sudi menolong eunji, eunji masih di posisinya semenjak di dorong namja tadi.

“akhirnya” dengan senyuman yang menghiasi bibir mungilnya eunji berdiri dan merapihkan seragam.

 

““““““““

Pagi ini eunji datang 1 jam lebih awal dan sudah duduk manis di kursi yang telah dia pilih, selain untuk menghindari gang yang ingin sekali membully –nya dia juga ingin lebih lebih mengenal kelasnya itu.

Sejam kemudian siswa kelas “berandalan” ini telah berdatangan dan sudah tidak ada alasan untuk mengerjai eunji, walau eunji masih sedikit takut tapi dia coba bersikap wajar, sampai seseorang datang dan duduk di sampingnya.

“annyeong, kau murid baru itu ?” Tanya namja itu ramah, sangat berbeda dengan penghuni kelas ini yang lain. Dan anehnya eunji tidak melihat orang ini kemarin.

“hmm nae, Jung Eun Ji imnida, bangapsemnida . aku tidak melihatmu kemarin boleh aku tau siapa namamu ?” tanya eunji tak kalah ramah, dengan wajah heran yang tak dapat di sembunyikan nya.

“yoon doo jun , panggil aku dujun saja, aku kemarin tidak tau jika ada murid baru secantik dirimu jadi aku tidak berangkat.” Candanya mencoba mencairkan suasana.

Eunji hanya tersenyum simpul, seperti yang biasa dia lakukan jika tidak tau apa yang harus dia katakan lagi. Setidaknya ada “manusia” yang eunji temui di kelas-berandalan ini.

~~~~~~~~~~~~~~

#Eunji POV
“kyaa … junhyung sudah kukatakan aku tidak berniat melihat DVD ini, kenapa kau masukan ke tas ku, ini ku kembalikan “ dujun memberikan beberapa keping DVD kepada namja yang duduk di depan kursi kami.

Orang yang di panggil junhyung itu menoleh sedikit dan menatapku tajam, tatapannya sulit untuk aku artikan, “mungkinkah junhyung membenciku ? karna kejadian kemarin ?”

“sudahlah hentikan itu “ ucap dujun sadar akan perlakuan junhyung padaku.
Dengan spontan aku berjalan menuju meja namja yang bernama junhyung itu, yang mendorongku hingga terjatuh di lantai dan sama sekali tidak memperdulikanku.

Hingga kami bertatapan langsung , bahkan tak ada yang keluar satu patah katapun dari mulutku.

Benar ,Dia orangnya … yang membuatku menderita, sedih, kecewa.

Dan dia juga yang mengajariku arti kehidupan, kebahagiaan dan membawaku ke panti asuhan itu hingga aku hidup dengan layak sampai saat ini.
Apa yang harus aku lakukan padanya ???

“apa yang kau lakukan “ bentak namja itu membuatku tersontak kaget.

“em mi mianhe..”ucapku lemas, tubuhku seperti tak bertulang … bahkan untuk menjawab pertanyaan-nya.

“apa ?”

“Namaku Jung Eun Ji.” Astaga, apa yang aku katakan.

“siapa yang ingin tau namamu.”

“em Mi Mi mianhe”

“HEY ..!!! kau sudah pernah mengatakan itu … kau kira aku tuli ?”

“sudahlah cukup,” dujun mencoba membelaku dan menarik tanganku .
Aku sudah menemukannya, dia memang yong jun hyung yang dulu, walau sedikit berbeda dia sangat tampan sekarng.

pipiku terasa hangat dan basah tak terasa aku meneteskan air mata lagi, karna namja itu.

Dujun melihatku dan memberikan tissue padaku, aku tersenyum padanya “gomawo”.

“““““““`

Para siswan berhamburan saat mendengar bel tanda pulang sekolah begitu juga dengan kelasku, hal yang aku kagumi dari kelas ini adalah walaupun mereka benar-benar pembangkang tetapi mereka semua sangat pintar dan punya kemauan untuk belajar.

Tanpa ku sadari aku mengikuti langkah junhyung.

“kau lagi… ada perlu apa sekarang ? kau ingin memamerkan namamu yang jelek itu lagi ?” namja itu berbalik dan menatapku sinis, ya seperti yang sering dia lakukan pada ku.

Untuk beberapa saat aku berpikir keras, entah apa yang harus ku katakan….

“ emm …” aku teringat sesuatu yang harus ku kembalikan padanya. “ini.” Ucapku seraya memberikan benda itu.

Junhyung dan kedua temannya saling berpandangan dan tertawa keras.

“kau mengejekku ?” mata namja itu tertuju pada boneka teddy bear yang ku pegang.

“aku hanya ingin memberikannya saja,” tenang eun ji tenang
“emm .. sebagai kenang-kenangan,karna aku akan pergi”

Ucapanku berhasil membuat junhyung mengambil boneka kenangan itu, tidakkah dia mengingatnya ??

Untuk beberapa saat Junhyung memandangi teddy itu “ciihh .. aku benci boneka.”

Tanpa basa basi dia melemparkan teddy itu ke tong sampah, “jangan bersikap seolah-olah kau mengenalku, bahkan jika kau pergi atau mati sekalipun aku tidak akan peduli.”

Aku hanya menatap nanar kepergian junhyung, seperti orang gila aku hanya mengharapkan dia kembali, mengambil boneka itu dan berkata “eun ji aku merindukanmu”. Itu saja.

~~~~~~~~~~~~~~~

#Author POV

sudah seminggu eun ji bertahan di sekolah baru itu, walaupun dia sangat menderita karna sering di bully oleh rekan kelasnya tetapi dia tidak pernah mengeluh pada orang tuanya, dia selalu menceritakan hal yang menyenangkan kepada mereka. Setidaknya eunji memiliki dujun yang dapat menjadi teman baik eun ji selama ini dan dapat membantu saat eunji di bully.

“eun ji-ya bukankah hari ini kau piket membersihkan kelas ?” Tanya dujun riang.
“iya, aku akan memulainya sekarang.” Jawab eun ji dengan senyuman khasnya.

“mau aku temani sampai beres ? atau mau aku bantu ?”

“tidak usah, hal seperti ini 10 menit juga beres.” Balas gadis berponi itu sambil membersihkan sisa-sisa kertas yang berserakan di lantai, dan mulai menyapu.

“aisshh .. yasudah, nanti malam aku telfon ya ?”

Eun ji hanya mengangguk mantap dan kembali melanjutkan aktifitasnya.

Semua siswa yang piket sudah selesai dan satu persatu mulai meninggalkan kelas, kecuali eun ji karna dia sekali lagi di suruh untuk membersihkan kelas dari awal, eun ji tidak memiliki fisasat apapun dan hanya menurut saja, sampai akhirnya dia sadar bahwa pintu kelas terkunci dari luar, semua jendela tertutup.tak ada celah sedikitpun untuknya yang memungkinkan dia keluar.

“heyy buka … cepat buka”. Teriak eun ji, gedoran pintu yang sedari tadi di lakukan nya sama sekali tak berguna.

Beberapa yeoja melihatnya dari keca jendela, tersenyum sinis dan memamerkan kuncinya.

“hey kau membutuhkan ini .?”

“sudahlah kita buang saja kuncinya gress,” yeoja yang memakai tindik di hidungnya mendelik kepada eunji.

“HEY … !!! sudahlah jangan main-main, ayo cepat buka pintunya … keluarkan aku dari sini.” Teriakan eun ji sama sekali tidak di gubris, dan para yeoja berandalan itu meninggalkan eunji sendiri di dalam kelas.

 

 

Hari sudah mulai larut, dan eun ji sudah tidak punya cukup suara untuk berteriak meminta tolong.

Gadis malang itu hanya duduk meringkuk di sudut kelas dan hanya di lindungi oleh beberapa kursi yang membentuk lingkaran, suara dan tenaganya habis dan di tambah kondisi tubuhnya yang memang lemah membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

“Drrrttt …Drrrrttt …”telfon eunji bergetar tanda ada panggilan masuk.

Gadis itu mencoba meraih telfon yang ada di tasnya, tapi dia tak memiliki banyak tenaga lagi.

Akhirnya eunji tertidur , sampai dia terjaga karna mulai merasa sesak nafas dan seluruh tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.

Eunji mulai merogoh saku roknya tapi obat yang dia cari tidak di temukan.

“uhuk .. uhuk .. aghtt jam berapa ini ? jam 2 malam.”

Wajah eunji mulai memucat, dadanya semakin lama semakin sesak.

“tu.. han aku mo hon , beri aku sedikit waktu lagi.” Jerit gadis malang itu dalam tangisnya.

“Drrrtt … Drrtt…” entah berapa puluh kali suara itu terdengar lagi.

Kali ini eunji dapat meraih tasnya yang hanya terletak sekitar setengah meter dari posisi.

“any-nyeong.” Jawab eunji sekuat tenaga.

“eunji kau dimana?”

“oh bomi, a ku menginap.” Jawabnya singkat,

“oh, ummamu mengkhawatirkanmu, yasudah jangan lupa minum obat dan jangan lupa pakai selimut yang tebal, cuaca sangat dingin.”

“nae, bo-mi ak u..” tuut belum selesai eunji bicara telfon genggamnya sudah lowbate, padahal eunji ingin meminta tolong pada bomi.

“umma …. Appa … bomi tolong aku…”

Tidak banyak yang bisa dia lakukan, selain memejamkan matanya berharap semua penderitaannya segera berakhir.

~~~~~~~~~~~~~~

“HEY bangun, dasar tukang tidur.”

Suara bising itu memaksa eun ji untuk membuka matanya, samar-samar terlihat beberapa yeoja kemarin, dan ditambah beberapa namja yang membawa ember merah.

“mau apa lagi kalian ?” ucap eunji setengah berteriak.

“kau ini benar-benar berani sekali … rasakan ini” BYUUURRR…. Air dari ember tadi sukses mengguyur seluruh tubuh eunji, gadis malang itu sontak langsung menggigil,cuaca musim dingin, air dan kondisi eun ji membuatnya semakin lemah.

dia ingin berdiri dan membalas, tapi tubuhnya tidak mendukung, eun ji terduduk lagi.

“rasakan dasar gadis penggoda, unni apa kau tau ? dia menggoda dujun dan juga junhyung.”

“benarkah ? jadi selanjutnya kita apakan dia ?” “ hemm.. kupikir dia pasti tidak akan mati jika aku beri ini.” BUKK… beberapa pukulan terasa di punggung eun ji.

Para yeoja itu tidak memperhatikan wajah eunji yang semakin memucat, bahkan untuk bernafaspun sulit bagi gadis malang itu. Eunji mulai kehilangan kesadarannya, dan mereka belum menghentikan aksinya.

 

“CUKUP … HENTIKAN … akan ku laporkan kalian” eunji masih dapat mendengar suara itu, suara yang dia kenal.

“eunji-ya apa kau baik-baik saja ?” namja itu menggoyangkan kepala eunji , namun gadis malang itu sudah tidak sadarkan diri.

~~~~~~~~~~~~~~

“sepertinya kau sangat menyukai gadis itu ? bahkan sampai mengantarkannya pulang.”

“…”

“hey…” junhyung menyenggol pundak sahabatnya itu.

“ahh sudahlah, kau ini benar-benar keterlaluan.”

“jika saja aku tau lebih awal kau memiliki perasaan seperti itu padanya, aku pasti tidak akan menyuruh gress mengerjainya, lagi pula aku tidak menyuruhnya menyekap gadis itu, itu keputusan mereka bukan salahku kan.” Jawab junhyung santai.

“dengar, sekarang ini eun ji sedang berjuang di rumah sakit, kau tau.” Dujun menarik kerah baju junhyung.

“hey, slow brad “ namja itu mengangkat tangannya tanda menyerah. “apa hal sekecil itu bisa membuat seseorang mati ?”

Sekali lagi perkataan junhyung membuat tangan dujun mengepal.

“dia .. eunji adalah penderita thalasemia, tadi malam harusnya dia transfusi darah. Bahkan dia tidak meminum obat. Itu sangat membahayakan nyawanya KAU TAU ?”

“a- apa ?” junhyung tercengang kaget,wajahnya mulai memucat.

“kau bahkan berakting seperti itu agar aku maafkan?”
“kedua orang tuanya meninggal karna penyakit yang sama.” Lanjut dujun.

“kim na young.” Ucap junhyung lirih, beberapa saat junhyung teringat pada teman kecilnya di panti asuhan.
“apa kau bilang .? jadi dia yatim piatu ?” Tanya junhyung lagi , mengagetkan dujun.

“iya dia yatim piatu, orang tua angkatnya yang mengatakan hal itu,mereka menyesal tidak dapat menyembuhkan eun ji, DAN KAU MEMPERBURUK KEADAANNYA.” Suara dujun semakin meninggi.

Junhyung hanya dapat menelan ludah, “dimana ? dimana dia di rawat?”

““““““““`

#Junhyung POV

“Na young ………. Kim na young maafkan oppa.” Sepanjang jalan tak hentinya aku menyalahkan perbuatanku.

Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, maka akulah yang paling bertanggung jawab.

“ kim na young, ini hadiah untukmu karna kau akan mendapatkan keluarga baru. Mereka akan mengadopsimu kan ?’

“ohh teddy bear ? gomawoyo oppa, aku pasti akan selalu memeluknya. Memeluknya seperti memelukmu, aku tidak akan melupakan oppa kita harus bertemu lagi.”

Beberapa suara dari masa lalu terus berputar di kepalaku, kim na young sudah ku bilang jangan ganti namamu.

“permisi suster dimana ruang 109 ?”

“oh anda lurus saja sampai koridor itu lalu belok kanan sedikit.” Aku memperhatikan petunjuk suster itu.

“nae, kamsahamnida.” Ucapku seraya bergegas mencari kamar eun ji.
.

 

“ eun ji bertahanlah, jangan tinggalkan umma eun ji.”

Mendengar suara itu tanpa permisi aku langsung membuka pintu kamar no.109.

Ada banyak orang, sepasang paruh baya mungkin ayah dan ibunya eun ji, dan beberapa suster dan dokter dengan wajah putus asanya.

Aku tidak mempedulikan mereka, tujuanku hanya kim na young.

“na young ? kim na young ?” aku mendekatkan diriku ke tempat terbaringnya sesosok yeoja yang tampak pucat pasi. Semoga dugaanku…..

Dia membuka matanya pelan “oppa ? yong jun hyung oppa?” ucapnya terdengar seperti sebuah bisikan.

“Kim na young, Mianhe .. jeongmal mianhe.” Beberapa buliran terlarangku akhirnya jatuh di tempat ini, aku tak kuasa menahan nya.

“kau datang. Kau mengenaliku ?” Dia menatapku dengan senyum tipisnya
Di sekelilingkupun di penuhi isak tangis, aku tak peduli.

Aku menggenggam tangan na young erat, aku bersumpah tidak akan pernah melepaskannya lagi.

“o pp-a saranghae.” Na young memejamkan matanya lagi, entahlah tapi kurasa kali ini dia tidak akan membuka matanya lagi.

“na young .. KIM NA YOUNG buka matamu ..!! kubilang buka matamu …” seperti orang yang tidak waras aku mengguncang kepala gadis pucat itu, berharap keajaiban terjadi.

“dokter apa yang kau lakukan ? cepat tolong pasien ini !!!” ucapku mirip sebuah bentakan.

“dokter kenapa kau hanya diam saja ? tolonglah .. NA YOUNG bangunlah kumohon.”

“sudahlah tuan dia sudah istirahat dengan tenang.” Beberapa perawat pria memapahku untuk keluar ruangan.

~~~~~~~~~~~~~

*Flashback*

“kim na young , itu kan namamu? berapa usiamu ?”

“7 tahun.”

“kemana orang tuamu ?”

“mereka meninggal, karna sakit.umma dan appa tidak punya uang untuk membeli darah baru.”

“kasiahan sekali, penyakit macam apa itu ? apa kau juga begitu ?”

“thalasemia … iya, aku akan mati jika tidak mendapatkan darah baru.” Ucap gadis cilik itu polos.

“pakai saja darahku, ayo kita berbagi darah aku punya banyak darah yang sehat. Jangan mati.” Junhyung cilik membelai rambut gadis itu lembut.

Pengurus panti asuhan tersenyum senang melihat junhyung yang nakal dapat bersikap lembut pada penghuni baru.

*flashback end*

Cuaca mulai mendung, satu per satu orang-orang mulai meninggalkan pemakaman.

Beberapa isak tangis masih terdengar di telinga junhyung, walau semakin menjauh.

Dia hanya berdiri seperti patung, menggenggam erat boneka teddy bear yang di berikan ibu angkat eunji,sebelum upacara pemakaman di mulai.

“aku akan selalu memeluknya, seperti memelukmu. Kita harus bertemu lagi na young.”

~~~~~~~~~~~~~~~~THE END ~~~~~~~~~~~~~~~

annyeong readers 🙂

akhirnya setelah berbulan-bulan karna sibuk praktek aku ngak sempet bikin FF baru lagi, sekarang kesampean juga.

semoga readers suka sama ceritanya dan semoga ngak ngecewain.

buat kritik dan sarannya aku tunggu loh, ato klo mau ngasih hadiah juga boleh *ngarepp

wkwkwk yasudah akhir kata semoga yang baca ni FF sudi buat ngasih sedikit jejak di tulisan ini.

gomawoyo *BOW

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: