[FF] My precious wife

Published 24 Mei 2012 by shinneulhyo

Tittle     : My precious wife

Author : pure putry (my dongsaeng yang dah bikinin  nie ff)

Length : Oneshot (4.167 words)

Genre  : romance gagal ToT

Cast :

Uvie Nyak Uvii as Shin neul hyo

Lee Hyuk Jae | Super junior Eunhyuk

Disclameir: this story pure punyanya putri pan aku cuma ngepost di WP aja yang sebelumnya udah di post di note fb nya putri,katanya putri buat nie ff nyampe pake mikir ruatan 7hari7malam di jamban(?) haha lebeeynya tuh anak yak…

baydeway buat yang udah baca ato mau baca biasa rcl.a di tunggu ya ^^

 

sekedar pemberitahuan, ini ff super longshooooott silahkan sediakan kopi segalon untuk meminimalisir kekantukan anda Y_Y
*saran sang author*

 

*****

Eunhyuk POV

 

“bukankah tadi aku menyuruh oppa untuk menjemput jam 2?” aku mengendus kesal , sungguh telingaku ingin pecah mendengar ocehannya sejak didalam mobil selepas pulang dari supermarket tadi

“aku hanya terlambat 30 menit neul hyo”

“bagaimanapun juga oppa tidak tepat waktu, dan aku benci orang yg tidak disiplin” tekannya lalu segera masuk kedalam rumah dengan kedua tangan nya yg penuh dengan plastic berisi belanjaan

“lihatlah eun joo! ibumu kalau sudah mengamuk ya seperti itu” ucapku pasrah pada anak laki-laki ku yg masih berumur 4 tahun, dia hanya diam di genggaman ku sambil terus menjilati lolipopnya, eunhyuk bodoh! kau mengajak anak balita berbicara, itu sama saja kau berbicara dengan pohon, eun joo tidak akan mengerti apa yg kau katakan!

Aku berjalan masuk menuju kamar dengan langkah gontai, dan ketika langkahku sudah tinggal setengah dari pintu kamar, sebuah kain halus panjang berwarna putih telak mendarat dikepalaku menutupi wajahku hingga leher

“mandikan eun joo sekarang, aku sedang sibuk” tanpa melihatpun aku tau itu suara siapa, dan tenggorokan ku kembali menelan salivaku guna menguatkan hatiku agar tetap sabar menghadapi neul hyo, aku meraih handuk dikepalaku dan berjalan dgn eun joo menuju kamar,

“oh iya, sekalian gantikan seprei tempat tidur kita” sambungnya lagi, aku menghela nafas berat, sengguh tidak pernah terpikirkan olehku jika nasibku akan semalang ini sebelum aku memutuskan untuk menikahi neul hyo, ahh mungkin aku sudah salah menikahi nya

***

“OPPAAAAA”

Aku berlari cepat dari kamar eun joo menuju kamar ku dan neul hyo, tidak kupedulikan lampu ruangan yg terjatuh karna aku tidak sengaja menyenggolnya, istriku berteriak dan kemungkinan dia dalam bahaya, tidak ada yg lebih penting sekarang selain dia bagiku!

“ada apa?” tanyaku dgn nafas yg masih tersenggal, melihatku dia langsung menghambur kepadaku, dia memelukku erat bisa kurasakan tubuhnya sedikit bergetar

“kenapa oppa memasang seprei warna merah? Oppa tau kan aku tidak menyukai warna itu” dia merengek manja didadaku, inilah shin neul hyo kadang bersifat sangar dan kadang bersifat manja belebihan seperti sekarang

Dan Astaga, aku berlari terburu dari kamar eun joo karna teriakan nya yg hanya beralibikan seprei? Jinjja demi apapun kau benar-benar konyol Shin neul hyo!

“m-mian.. aku lupa kalau kau benci warna merah” memang aku yg ceroboh, seharusnya aku ingat kalau neul hyo phobia dengan warna merah, bahkan dirumah ini tidak ada satupun barang yg berwarna merah

Dia melepas tangannya yg tadinya menyatu di pinggangku, lalu menatapku dengan wajah aegyo dan you know lah arti tatapannya itu apa

“arasseo, akan kuganti”ucapku ,ia pun tersenyum manis lalu mengecup pipi ku kilat

“gomawo”

“seharusnya seprei ini kau buang saja, daripada nantinya aku salah memasang lagi” ujarku sambil melepas setiap sisi seprei yg terpasang di ranjang

“itu hadiah dari min hee, tidak mungkin aku membuang hadiah dari temanku ku sendiri” ucap neul hyo yg masih asik berkutat di ponselnya, bahkan dia tidak menatapku sama sekali pda saat berbicara, hhhh~

“yasudah, sembunyikan ditempat yg sulit dijangkau saja jika kau memang tidak ingin membuangnya”lanjutku, dan sekarang sudah beralih memasang seprei baru di sisi ujung kanan, seprei ini berwarna kuning dengan motif bunga tulip favorit neul hyo.

“shirreo, biarkan saja seprei itu di lemari, lagipula apa susahnya mengingat ‘aku membenci merah’ bilang saja kalau oppa tidak mau ku repotkan” bingo! Aku memang benar-benar lelah selalu direpotkan oleh mu yeobo

“tentu saja tidak, baiklah..terserahmu mau kau apakan seprei ini” dan kenyataanya apa yg ku ucapkan didalam hati bertolak belakang dengan kalimat yg kuucapkan di mulut

“sudah selesai, tidurlah! aku ingin ke kamar eun joo dulu”

“buat apa?”

“memeriksa dia apa masih tidur atau sudah bangun akibat teriakan mu tadi” dia terkekeh pelan lalu segera menghempaskan dirinya di ranjang.

Aku berjalan menuju kamar eun joo yg hanya berjarak 8 meter dari kamarku, tadi sebelum insiden ‘seprei’ aku sedang menidurkan eun joo dan hampir berhasil membuat anak itu terlelap namun karna teriakan neul hyo aku buru-buru melepas gendongan ku dari eun joo meletakkannya di tempat tidur lalu segera berlari menuju kamar ku dan neul hyo tanpa melihat reaksi eun joo kutinggal begitu saja.

***

“apa ini? Kita hanya sarapan telur gulung?” aku menatap heran sebuah piring yg berisi benda kuning yg dibentuk menjadi bulat memanjang, neul hyo tersenyum simpul dgn kepalanya yg mengangguk mantap,

“bukankah semalam kau baru belanja? Ada dimana semua makanan yg kau beli itu?”

“oh, aku membuat mereka semua menjadi Kimchi”

“dimana? Berikan padaku”

“tidak bisa, Kimchi itu untuk ibu dan ayahmu lagipula oppa kan sudah punya telur gulung, apa susahnya memakan itu saja”

Ucapnya frontal, lihatlah dia sudah berubah menjadi neul hyo yg sangar mungkin ini pengaruh dari janin nya, oh iya aku lupa memberitahu kalian, kalau neul hyo sedang mengandung sekarang, usia kandungan nya masih 3 bulan dan seperti kebiasaannya jika dia mengandung, dimasa-masa ini jiwanya benar-benar labil, mudah emosi, egois, dan bertindak sesukanya, baiklah eunhyuk redam emosi mu dan mengalah lah.

“aku pergi dulu, eun joo akan ikut bersama ku” aku mendelik sebentar kearah neul hyo yg sedang memakaikan eun joo sepatu lalu kemudian melanjutkan aktivitas mengunyah ku dgn wajah yg ditekuk sedemikian rupa

“kau pergi dengan siapa?” tanyaku dingin

“sora unnie menjemputku, dan..”

“aku harus menjemputmu nanti?” aku sudah tau apa yg akan ia ucapkan, apalagi kalau bukan menyuruhku menjadi supir pribadinya, dia menatapku intens lalu berkata

“wae? oppa tidak mau? Yasudah aku pergi menyetir sendiri saja!”

“jam 7 malam aku menjemputmu”ujarku masih dengan nada datar, mana mungkin aku membiarkan istriku yg sedang hamil menyetir sendiri apalagi kandungannya masih muda dan rawan akan keguguran, sekesal apapun aku dengan nya, aku masih menganggapnya ibu dari anak-anak ku

“baiklah, aku pergi.. eun joo-ah pamit sama appa”

“appa atu peldi..” aku tersenyum simpul pada eun joo sambil mengangkat satu tanganku dan melambaikannya kecil, dia masih polos bahkan kalimatnya masih belum jelas. Dan semenit kemudian neul hyo dan eun joo sudah menghilang dibalik pintu, mataku beralih keluar jendela transparan disudut ruang tengah, aku melihat sora nuna yg keluar dari mobil audi nya membukakan neul hyo dan eun joo pintu, sambil berbincang entah apa, mustahil aku bisa mendengarnya dgn jarak sejauh ini ditambah dinding tebal yg menjadi sekat antara kami, mereka tertawa kecil lalu masuk kedalam mobil dan benar-benar menghilang dari mataku.

***

“oppa ada apa denganmu? Apa jus sayuran tadi berhasil membuat otakmu berhenti berfungsi? Daritadi kau tersenyum tanpa sebab aku lihat” sudut bibirku berhenti mengukir senyuman yg daritadi memang selalu terpancar diwajahku, aku mendengus kesal mengingat insiden ‘jus sayuran’ yg terjadi dirumah ibu tadi, saat aku menjemput neul hyo, jae jin hyung-suami sora nuna- memaksa ku untuk masuk dulu kerumah padahal aku ingin secepatnya membawa neul hyo dan eun joo pulang kerumah kami, terpaksa aku ikut bergabung dengan mereka diruang keluarga, dan sialnya sora nuna mengadakan permainan putar botol pada saat itu, demi apapun aku akui aku sangat bodoh dalam game itu, dan tanpa menunggu lamapun aku sudah menjadi korban dari game itu be-run-tun, ya disetiap sesi selalu aku yg kalah, sialnya lagi mereka menyuruhku untuk meminum beragam jenis jus sayur, mulai dari paprika, bawang putih, brokoli, dan..sungguh mengingatnya pun aku ingin segera muntah.

“apa perut mu sudah baikan?” neul hyo menatapku yg masih sibuk memusatkan pandanganku dijalan raya, aku hanya mengangguk kecil sambil meringis didalam hati, karna perut ku masih terasa diaduk karna jus sialan itu hingga sekarang

Dan setelah itu suasana diantara kami benar-benar lenggang tanpa suara selain bunyi music player yg mengalun didalam mobil ini, jika eun joo belum tidur mungkin aku tidak sekesal ini karna masih bisa menggodai anak itu, dan sekarang? Siapa yg ingin kugodai? Neul hyo? hhh~ itu sama saja kau menganggu singa dan ingin cari mati!

***

“apa ini?” neul hyo bersedekap didepan meja makan, mungkin merasa aneh dengan penampilan meja yg tampak rapi, aku segera berlari dari kamar eun joo setelah meletakkannya diatas ranjang tadi.

“duduklah” ujarku lembut menarik kursi dibelakang neul hyo dan ia pun duduk di kursi dgn tampang yg masih bingung,

“aku sengaja menyiapkan ini semua, dan ini benar-benar murni buatanku sendiri!” aku membuka penutup makanan yg ada diatas meja makan, lalu ikut duduk diseberang neul hyo.

Dua piring pasta, dan kupastikan rasanya lembek dan teksturnya tidak akan kenyal, karna aku terlalu lama merebus nya tadi. dan sepiring macaroni schotel, kali ini aku juga tidak menjamin neul hyo akan menyukainya, waktu membuat topping nya susu yg kumasukkan terlalu banyak dan kupastikan rasanya akan sedikit asam -_-

“oppa memasak ini sendiri? Yakin?” neul hyo mendelik ragu padaku, dua sudut bibirnya terbentuk sempurna menggodaku, aiish dasar wanita!

“tentu saja” aku mengangguk cepat, ia pun meraih sumpit yg terletak dipinggir piringnya

“padahal aku sudah makan banyak tadi dirumah ibu, tapi yasudahlah demi oppa aku akan memakannya”

Aku memejamkan mata saat saat ia memasukkan pasta kedalam mulutnya, tuhan jika istriku mati karna keracunan makanan ku sendiri, maafkan aku!

“bagai..mana?” tanyaku pelan namun tidak ada sahutan darinya

dia masih asik mengecap pasta dilidahnya lalu beralih memotong macaroni schotel sedikit lalu memasukkannya kedalam mulut

“mie nya terlalu lembek, lain kali oppa harus merebusnya selama 2 atau 3 menit, sausnya juga kebanyakan merica, dan buat macaroni schotel, sebaiknya sebelum dipanggang oppa harus mengkukus macaroni nya dulu. Kukus untuk mematangkan macaroni dan panggang untuk mengeluarkan aroma kejunya dan supaya bagian bawah macaroninya tidak berkerak, oppa jangan terlalu lama memanggangnya, lihatlah! Bagian bawahnya benar-benar kering!” dia menunjukkan macaroni yg ada dipiring mengangkatnya dan menunjukkan bagian bawah macaroni itu padaku. Sebaiknya besok aku harus masuk les memasak T_T

“mian.. aku tidak sepandai itu dalam memasak”

“mmm.. tapi ini cukup lumayan, aku menyukai topping macaroni nya” aku tersenyum sumringah mendengar kalimat barusan, beruntung aku memakan keju mozarella sebagai toppingnya, setidaknya usahaku tidak berakhir sia-sia.

“oppa kau tidak ingin mencobanya?” dia menyodorkan ku piring yg berisi pasta, aku menggeleng pelan masih dengan seulas senyum yg menghiasi bibirku

“tidak..aku ingin melihat kau memakannya semua”

“tsk.. dasar” ia menyentil dahi ku dan itu cukup kuat, tapi tak apalah yg penting malam ini dia kembali menjadi shin neul hyo yg kukenal 5 tahun yg lalu, ramah dan mudah tersenyum.

“neul hyo-ah apa kau mencintaiku?”

Neul hyo menghentikan jemarinya yg sedari tadi bergerak mengambil makanan, ia menatapku heran atas pertanyaan retoris yg kujarkan tadi, emm setidaknya aku harus dengar langsung dari mulutnya kalau dia benar-benar mencintaiku, karna selama ini dia tidak pernah mengatakan itu dan jika aku yg bilang aku mencintainya dia hanya menjawab terima kasih lalu tersenyum.

“hari ini kau aneh”

benar-benar jawaban yg lari dari pembahasan dan dia kembali memakan makananya

“aku hanya ingin mendengarnya neul hyo, selama ini kau tidak pernah mengatakan kalau kau mencintai ku iya kan? Bahkan aku sempat berpikir kalau kau hanya menikahiku karna terpaksa, ditambah melihat sikapmu yg acuh memperkuat prasangka ku itu, tapi.. mustahil kalau kau memang tidak mencintaiku bagaimana mungkin eun joo bisa tercipta? Dan sekarang kau malah sedang mengandung, bukankah hubungan sex itu didasari oleh cinta? Dan waktu kita melakukannya juga aku melihat kau menikmatinya dan..”

“kyaaaa..” aku tersentak kaget mendengar gebrakan meja dan teriakan dari neul hyo, astaga eunhyuk apa yg barusan kau katakan? Matilah kau!

“neul hyo-ah mianhe, aku tidak bermaksud menyinggung masalah ‘itu’, sungguh!”

Dia menatapku kesal, dadanya masih naik turun menahan emosi.

“jangan mudah terpancing emosi, ingat masih ada eunhyuk junior didalam rahim mu” ucapku berusaha menstabilkan emosinya dan seketika itu juga wajahnya yg tadinya merah padam berubah seperti semula, ia menarik nafas lalu membuangnya berat, mungkin dia juga tidak ingin akibat keteledorannya sendiri bisa berpengaruh ke janin nya

“mianhe” ucapku lagi dan ini benar-benar tulus

“aku mencintaimu, sudahkan?” dia bangkit dari kursi dan segera masuk kedalam kamar hingga gebrakan pintu kamar yg ia tutup terdengar memekik di rumah ini

Aku terkekeh pelan, lalu segera memberesi meja makan yg berantakan, mencuci piring lalu mengambil segelas air putih untuk neul hyo karna tadi dia belum sempat minum sama sekali

“neul hyo-ah, kau belum m..kyaaa kau kenapa?” aku meletakkan gelas diatas meja rias dan berlari keranjang mendekati neul hyo yg meringkuk kesakitan di situ

“perut ku sakit oppa” ucapnya nyaris tidak terdengar, suara rintihan nya lah yg lebih mendominasi

“bagaimana bisa?” tanyaku dengan nada yg benar-benar khawatir aku mengelus puncak kepalanya yg berkeringat mungkin karna menahan sakit

Dia menggeleng pelan dan kembali meringis kesakitan memegangi perutnya

“apa ini gejala kau sedang menstruasi?”

“jangan konyol! aku sedang hamil bagaimana mungkin aku menstruasi!”

“apa jangan-jangan kau keguguran?”

“Jaga mulutmu Lee eun hyuk, apa kau benar-benar ingin aku keguguran?”

“tentu saja tidak! Ayo kita harus segera ke rumah sakit!” aku mengangkat tubuhnya didada ku, berjalan menuju garasi tempat mobil terparkir, letaknya ada disebelah kiri rumah kami

“bagaimana dengan eun joo?” tanyanya setelah aku meletakkanya dijok depan didalam mobil

“kita akan membawanya!”

***

Neul Hyo POV

Aku menyandarkan kepalaku dikaca mobil, dan sekarang keadaan ku sudah membaik walau masih sedikit terasa kram diperut ku. Tadi dokter bilang nyeri diperutku itu terjadi karna aku yg terlalu banyak beraktivitas dan kurang beristirahat sehingga sedikit berdampak pada janinku. Tadinya aku kira aku keracunan makanannya eun hyuk T_T

“jangan terlalu sering mengunjungi ibu, janin mu masih lemah belum bisa banyak beraktivitas!” ucap eun hyuk, sembari menyusupkan tangannya diruas-ruas jemariku, ia mengusap lembut permukaan tangan kanan ku sambil tetap menyetir.

Aku menoleh ke jok belakang, memandangi eun joo yg sudah terlelap di box bayi, maaf.. karna ibu kau harus terbangun dan ikut kerumah sakit. Tadinya aku ingin memangku eun joo saja tapi eun hyuk melarangnya dan membiarkan eun joo tidur di box bayi, katanya dia takut perut ku kenapa-kenapa lagi.

***

Aku menyibak tirai putih yg tadinya menghalangi cahaya matahari masuk kedalam kamar kami, aku tersenyum melihat dua malaikat ku yg masih terlelap ditempat tidur, eunhyuk memeluk eun joo, begitulah posisi tidur mereka, dan terlihat jelas eunhyuk adalah ayah yg sangat bertanggung jawab belum lagi insiden perut kram ku tadi malam, aku tidak bisa mengungkapkan seberapa keras usaha eunhyuk menggendongku dari rumah bahkan sampai rumah sakit pun ia tetap menggendongku hingga aku terbaring diranjang, dengan perut ku yg sudah membuncit sedikitpun dia tidak peduli padahal berat badanku bertambah dua kali lipat dari semula. kalian pasti heran kenapa eun joo harus tidur bersama kami? Bukankah biasanya dia tidur dikamarnya sendiri? Mmm baiklah biar kuperjelas, tadi malam setelah pulang dari rumah sakit eun joo menangis hebat, aku ingin ikut andil menenangkannya namun lagi lagi eunhyuk melarangku dan malah menyuruhku istirahat saja. Sekitar 1 jam lebih akhirnya eun joo berhenti menangis dan karna eunhyuk takut eun joo akan menangis lagi jadilah tadi malam eun joo tidur dengan ku dan eunhyuk.

***

“hm? lotte world ?” aku menatap eunhyuk kaget, tidak biasanya ia menyempatkan diri ketempat seperti itu dengan ku dan eun joo, karna dia memang bukanlah tipe orang yg suka hal hal seperti itu, menurutnya berhura-hura sama saja menghambur-hamburkan uang.

“iya, sudah lama kita tidak pergi dengan eun joo” ujarnya lagi, dan kembali menyuapi ku bubur dengan banyak campuran sayuran yg ia bilang harus kumakan semua dan alibi nya tetap sama , demi kesehatan janin yg kukandung T__T

Aku berpikir sambil mengunyah perlahan, dan sedetik kemudian aku mengangguk setuju.

“baiklah, tapi apa oppa tidak ke kantor hari ini?”

“aku sudah menyuruh jae jin hyung untuk menggantikan ku rapat selama 2 bulan ini”

“mwo? 2 bulan? Kenapa lama sekali?”

“aku ingin focus mengurus dan memperhatikan mu, setidaknya sampai kandunganmu sudah 5bulan!” dia tersenyum simpul lalu kembali menyodorkan sesendok bubur kemulutku

“bagaimana jika ayah memecatmu?”

“mengurus istri yg sedang hamil bukan hal yg salah, lagipula ayah pasti mendukungku!”

***

“apa kau lelah joo?” eunhyuk bertanya lembut pada eun joo yg ada dipangkuanku, eun joo hanya mengangguk kecil wajahnya terlihat lelah, aku menyeka keringatnya yg menggumpal di dahi nya dgn saputangan. Ini sudah 3 jam lebih kami berkeliling memainkan berbagai permainan di tempat ini, hal yg wajar kalau eun joo capek.

“kau kenapa?” eunhyuk menatap eun joo yg tampak menarik narik ujung baju eunhyuk barusan

“kau ingin pipis ya?” eun joo mengangguk, disambung kekehan kecil dari eunhyuk

“neul hyo-ah, kau antar eun joo ke toilet ya, aku ingin membelikan eun joo permen kapas, dia pasti menyukainya”

Aku mengangguk kecil lalu menuntun eun joo untuk berjalan ke toilet

“eun joo-ah nanti kalau sudah masuk, eun joo berjalan kearah itu ya, baru eun joo boleh pipis, mengerti?” eun joo mengangguk paham, aku tersenyum kecil lalu mulai membuka resleting celana eun joo, setelah terbuka dia masuk dan berjalan sesuai instruksi ku, aku menunggunya diluar karna tidak mungkin aku masuk kedalam toilet pria, hingga beberapa menit berlalu eun joo belum keluar juga.

Aku mendongak kedalam toilet dan demi Tuhan eun joo tidak ada ditempat tadi, aku masuk kedalam toilet berteriak memanggilnya dan membuka tiap bilik toilet dengan tergesa, tidak kupedulikan beberapa lelaki yg menegur ku bahkan membentakku karna sudah masuk ke toilet yg salah.

Aku menangis, terduduk lemah diluar toilet,

“eun joo-ah dimana kau?” ujarku dengan isakan tangis yg benar-benar tidak bisa kutahan lagi

“neul hyo? Apa yg kau lakukan disini? Mana eun joo?” aku mendongak menatap wajah eunhyuk yg sarat akan kata heran, kembali aku menutup wajahku dengan kedua tanganku menangis hebat

“eun joo hilang”

“m-m-mwo?”

“eun joo hilang!”

“BAGAIMANA BISA?” eunhyuk menarikku berdiri dan memaksa ku untuk menatapnya, kedua tangannya mencengkram erat pundakku

“a-aku tidak tau, saat aku meninggalkannya di toilet dia sudah tidak ada”

“meninggalkannya? Kenapa kau meninggalkan anak sekecil itu sendiri?” dia membentakku, seumur hidup ku selama aku tinggal bersama eunhyuk baru kali ini dia berteriak dan membentakku dengan kasar.

“m-m-mianhe..” hanya kata itu yg mampu aku ucapkan, isakan tangis ku lebih mendominasi sekarang,

“kau ceroboh neul hyo, ibu macam apa kau ini? Umur eun joo masih 4 tahun dan kau malah membiarkannya sendiri, apa salahnya jika seorang ibu ikut masuk ke toilet menemani anaknya? Kau benar-benar hanya memikirkan harga diri mu sendiri, aku kecewa dengan mu..” dan saat kalimat itu keluar dari mulutnya, eunhyuk segera pergi dan menghampiri setiap orang disekitarnya, yg dapat kudengar hanyalah rentetan ciri-ciri eun joo yg disebutkan eunhyuk dari satu orang ke orang yg lain begitulah yg dia lakukan seterusnya, dan aku? Aku masih terdiam menangisi kebodohanku, membayangkan wajah menakutkan eunhyuk tadi, dan.. eun joo, ada dimana kau?

***

“paman apa kau pernah melihat anak ini?”

“permisi, bibi apa kau pernah melihat anak ini?”

“nona apa kau pernah melihat anak ini?”

eunhyuk menghentikan langkahnya merasa putus asa karna sudah 5 jam lebih ia mengelilingi taman ini menunjukkan kesetiap orang foto eun joo dan hasilnya tetap sama, tidak ada satupun yg mengetahui eun joo.

“mianhe,, jika bukan karna ku ini tidak..huks..akan terjadi” aku tidak tau sebengkak apa mata ku sekarang, sedari tadi aku hanya menangis dan menangis mengikuti langkah eunhyuk kemanapun ia pergi

“cari eun joo, neul hyo, kau piker eun joo bisa ditemukan dengan hanya menangis?” dia kembali menggertakku, dan itu malah membuat air mata ku mengalir lebih deras, aku berusaha tegar, menahan air ini untuk tidak kembali meleleh, aku menghapus jejak air mataku yg lengket dipipiku kasar lalu segera berlari meninggalkan eunhyuk, mencari eun joo ditempat lain.

***

Kakiku terasa pegal, mataku sembab kebanyakan menangis, dan wajahku mungkin sangat lusuh sekarang, sudah 10jam aku mencari eun joo, ini sudah jam 9 malam dan bahkan taman bermain ini sudah tutup, aku tidak tau dimana eunhyuk sekarang, apakah dia sudah menemukan eun joo atau tidak, tapi yg jelas dia juga pasti sedang mencari eun joo saat ini, tidak mungkin dia tidak menghubungiku jika eun joo sudah ditemukan.

Apa mungkin eun joo diculik?

tidak, tidak mungkin eun joo diculik, eun joo pasti sedang meringkuk ketakutan disuatu tempat mencari ku dan eunhyuk. ya, dia tersesat bukan diculik, eun joo ku tidak akan diculik tidak akan!

“eun joo-ah .. eun joo-ah..aaakkhhh” aku berteriak histeris, kondisi yg sepi ini memudahkan ku untuk berbuat apapun, kembali aku terduduk lemah ditanah memukuli diriku yg benar-benar bodoh dan ceroboh bahkan makian eunhyuk tadi siang masih terekam jelas diotakku,

Kau benar-benar tidak pantas menjadi ibu shin neul hyo!

anak mu sendiri pun kau tidak mampu menjaganya!

bagaimana jika eun joo benar-benar tidak bisa ditemukan?

bagaimana jika eunhyuk memutuskan untuk menceraikan mu?

bagaimana jika eunhyuk mencari wanita lain yg lebih sempurna dan yg utama tidak ceroboh seperti kau hah?

“eun joo-ah.. mianhe, eomma salah, eomma mohon kembalilah” aku menenggelamkan kepalaku dilutut, hanya bisa menangis dan menangis,kalian pantas menyebutku manusia tolol!

“eommaaaaa”

aku mendongak kaget, telingaku belum rusak! Jelas-jelas tadi itu suara eun joo anakku!

kuedarkan kepalaku kesekeliling dan kepalaku berhenti bergerak tepat disebelah kanan, malaikat ku sedang berdiri manis dibawah sebuah tiang lampu, dia tersenyum dan langsung berlari menghambur kearahku

“eun joo-ah..” aku berlutut dan memeluknya erat, sesekali menciumi wajahnya sayang

“kau pasti ketakutaan, iya kan?’ aku mengecup dahinya lembut sambil mengusap kedua sisi pipinya, air mataku kembali meleleh, dan sesaat kemudian gerakan ku menjamah eun joo berhenti ketika melihat malaikat ku yg lain sedang berdiri tegak dibelakang eun joo, dia berjalan mendekati kami dgn bibirnya yg memancarkan senyuman

“terima kasih sudah menemukan eun joo” ujarku masih diiringi isakan, dia mengusap lembut puncak kepala eun joo dan demi Tuhan aku masih belum berani menatap wajahnya sekarang! Mengingat makian yg ia lontarkan padaku tadi siang membuat ku takut dengannya.

“eun joo tidak hilang”

Aku mendongak heran menatapnya “m-m-mwo?”

“eun joo hanya aku sembunyikan”

Cukup lama aku berkutat pada otakku untuk mencerna setiap kata yg ia ucapkan, ‘sem-bu-nyi-kan’ ..astaga maksud kalimat itu..

“jadi kau… kyaaaa..” aku berdiri memukuli tubuhnya kuat, dia hanya terbahak sambil memohon ampun padaku, jinjja lee eun hyuk! Kau sudah membuatku hampir ingin bunuh diri

“kau jahat..” aku menghentikan pukulan ku padanya, menjaga jarak kami berdua lalu menutup wajahku dengan tanganku, aku menangis dan kali ini aku tidak tau alasan aku menangis karna apa, yg jelas ini semua karna pria brengsek yg mengaku sebagai suami ku dan malah mengerjai ku konyol seperti ini!

“mianhe.. geurigo uljimma, air mata mu cukup buat eun joo saja, kau tau melihatmu menangis tadi benar-benar membuat ku tidak tega, hajiman..”

“hajiman mwo? Kau ingin membuatku mati bunuh diri begitu? Tidak taukah kau seberapa khawatirnya aku? Bahkan aku sempat berpikir kau akan menceraikan ku dan mencari wanita lain jika eun joo benar-benar tidak ditemukan !Kau benar-benar jahat eun hyuk!”

Aku kembali menunduk menangis dan sesekali menyusut ingus ku yg benar-benar sudah sesak didalam hidung ToT

Sekian menit aku menunduk dan menangis tidak ada suara dari dia lagi, apalagi eun joo.

“mwoya?” aku menatap konyol sekelilingku, benar-benar berubah, cahaya yg tadinya hanya berasal dari tiang lampu taman ini dan sekarang berubah, banyak lampu kerlap-kerlip yg mengelilingi ku dan yg lebih konyol lagi aku berdiri tepat ditengah sebuah cahaya yg berbentuk hati,

“aa..aa..” aku menoleh kedepan, sekitar berjarak 10 meter didepanku kulihat eunhyuk sedang menyiapkan ancang-ancang dengan alat pengeras suara yg ada ditangannya

“eun joo eomma, jeongmal saranghae..” dia berteriak keras dgn alat pengeras suara itu. dan sungguh! Suaranya sangat memekikkan telinga, benar-benar bodoh! Bagaimana jika satpam taman ini mendengar suara nya?

“gomawo sudah memilihku menjadi lelaki mu

gomawo sudah menjadi wanita ku,

gomawo sudah menjadi ibu dari anak-anak ku,

dan gomawo sudah menjadi pelengkap hidupku,

aku mencintaimu, sungguh!”

Dia tersenyum manis setelah mengucapkan deretan kalimat tadi dengan intonasi yg lebih pelan dari sebelumnya, dia mendekat padaku dengan eun joo yg juga mengikuti appanya kemanapun appanya melangkah

Aku kembal menangis, bahkan tangisanku semakin kencang

“uljimma” eunhyuk membawaku kedekapannya, membelai halus rambutku yg mungkin sudah acak-acakan

“mianhe…jeongmal” mulutku enggan untuk mengeluarkan sesuatu, bahkan mengeluarkan makian untuk pria ini pun aku tidak mampu

“kau memaafkan ku kan?” dia melepas pelukannya dan menatapku dalam, aku mengangguk kecil, tersenyum tipis masih dengan isakan kecil yg ku keluarkan

“izinkan aku menghukummu” ujarku

“apapun”

Dengan sigap aku menjinjitkan kakiku dan mengecup bibirnya sekali, dua kali, hingga beberapa kali, dan saat kecupan ke lima, eunhyuk menahan tengkukku hingga aku tidak bisa lolos darinya, terasa seperti disetrum ribuan volt listrik saat ia mulai melumat belahan bibirku bergantian, menyesapnya seperti kopi dan bahkan sesekali menggigitinya. Aku lupa sudah berapa lama kami tidak berciuman, yg jelas ciuman ini jauh berbeda pada saat ia menciumku dulu.

Aku menghentikan lumatan eunhyuk dibibirku, mendorongnya menjauh dan mendongak kebawah

Aku terkekeh kecil, malaikat kecilku tengah menarik-narik ujung bajuku ternyata

“eun joo-ah eomma minta maaf melupakanmu sejenak” aku kembali berlutut meraih tubuh mungilnya dan menggendongnya

“sini biar aku saja” eunhyuk mengambil alih eun joo dari gendonganku tersenyum manis sambil berkata

“kajja”

“oppa chakkaman..” aku menahan lengan kiri eunhyuk dan sebelah tanganku lagi memegang perutku

“wae? Kram lagi?” eunhyuk menatapku khawatir disambung dgn gelengan cepat dariku

“tidak, dia sudah bisa menendang” ucapku sumringah, sedetik kemudian eunhyuk sudah ada didepan perutku ikut merasakan tendangan kecil dari sesuatu didalam sana

“eun joo-ah lihatlah, sebentar lagi kau akan punya teman main bola” eunhyuk terkekeh kecil, padahal eun joo sudah tidur 5 menit yg lalu digendongannya, ia mengusap lembut perutku yg dilapisi baju lalu berkata

“chagi-ah baik-baik didalam perut ibumu ya, appa menyayangimu” eunhyuk mengecup perutku kemudian kembali berdiri tegak

“kajja”

Aku merangkul lengan kiri eunhyuk dan meletakkan kepalaku dipundaknya sambil tetap mensejajari langkahku dengan langkahnya, kulirik eun joo yg sudah terlelap dibahu kanan eunhyuk, mungkin besok kedua pundak eunhyuk akan terasa kram seperti perut ku tempo hari kkk~

Aku menghela nafas berat, benar-benar satu hari penuh kejutan,

terima kasih Tuhan sudah menjadikan euhyuk takdirku,

terima kasih Tuhan sudah memberikan aku kesempatan menikmati hidup bersama eunhyuk

terima kasih Tuhan sudah memberi ku dua malaikat yg sangat sangat aku cintai.

tanganku tertarik untuk mengelus perut ku yg mulai membuncit,

tersenyum penuh makna, menanti waktu dimana generasi eunhyuk akan terlahir kembali

cepatlah lahir sayang, dan menjadi malaikat ketiga ibu nantinya.

 

*END*

gimana gimana ? baguskan ^^

sejujurnya aku suka banget ma tiap FF buatannya nie author bahasanya bagus alur ceritanya juga ngak gampak di tebak, makannya aku ngotot pengen di bikinin ff ma si putri.

akhirnya tercapai juga haha walopun “sedikit” rada memaksa lah, gomawoyo saengi ^^

lain kali bikinin lagi yahhh 😀

*gubraakk

Iklan

4 comments on “[FF] My precious wife

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: